Kehidupan sosial masyarakat Gampong Mesjid Trienggadeng masih sangat kental dengan nilai solidaritas dan kebersamaan. Tradisi gotong royong tetap terpelihara hingga kini, menjadi wujud nyata ikatan emosional yang kuat antarwarga. Hal ini lahir dari rasa persaudaraan yang berakar pada kesamaan kesukuan dan keagamaan, sehingga setiap kegiatan sosial selalu diwarnai semangat saling membantu dan mendukung.
Dalam kehidupan sehari-hari, keterikatan masyarakat terhadap aturan agama Islam dan norma adat masih terlihat jelas. Islam menekankan pentingnya kasih sayang, saling meringankan beban sesama, serta menjaga hubungan baik antarwarga. Nilai-nilai ini menjadi pedoman utama dalam interaksi sosial masyarakat gampong, sehingga solidaritas tetap terjaga meskipun zaman terus berubah.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial juga masih tinggi. Gotong royong bukan hanya dilakukan untuk kepentingan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi. Kegiatan seperti hajatan, kenduri, dan takziah menjadi wadah kebersamaan, di mana warga saling mendukung baik dalam suka maupun duka.
Selain itu, kegiatan sosial yang berhubungan dengan adat dan agama memperkuat rasa kebersamaan. Kenduri dan takziah, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai ritual, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan emosional antarwarga. Dengan demikian, kehidupan sosial gampong tetap harmonis dan penuh rasa kekeluargaan.
Secara keseluruhan, keadaan sosial Gampong Mesjid Trienggadeng mencerminkan masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi, agama, dan adat. Solidaritas, gotong royong, serta partisipasi aktif dalam kegiatan sosial menjadi ciri khas yang membedakan gampong ini, sekaligus menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga keharmonisan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.