Secara umum, mata pencaharian masyarakat Gampong Mesjid Trienggadeng cukup beragam, namun sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama. Sebanyak 275 jiwa bekerja sebagai petani, dengan sebagian besar menggarap sawah secara tradisional. Pola tanam yang dilakukan adalah dua kali panen dalam setahun, sehingga pertanian menjadi sumber penghidupan yang stabil meskipun masih menggunakan metode konvensional.
Selain petani, terdapat pula masyarakat yang bekerja sebagai buruh kebun. Namun, pekerjaan ini bersifat musiman dan tidak tetap, sehingga penghasilan mereka tidak menentu. Kondisi ini menunjukkan adanya ketergantungan pada musim dan peluang kerja yang terbatas di sektor perkebunan. Meski demikian, buruh kebun tetap menjadi bagian penting dalam struktur ekonomi gampong.
Profesi lain yang cukup menonjol adalah pegawai negeri sipil (PNS), dengan jumlah 27 jiwa. Sebagian besar PNS merupakan kepala keluarga, sehingga profesi ini memberikan stabilitas ekonomi bagi keluarga mereka. Selain itu, terdapat tenaga medis (4 jiwa) dan guru (22 jiwa) yang sebagian besar berstatus PNS atau honorer, menunjukkan adanya kontribusi sektor pendidikan dan kesehatan dalam kehidupan masyarakat.
Di luar itu, masyarakat juga bekerja sebagai sopir (8 jiwa), tukang becak (3 jiwa), serta tukang bangunan dan kayu (67 jiwa). Tukang bangunan dan kayu seringkali bekerja sambilan sebagai petani, sehingga mereka memiliki dua sumber penghasilan. Profesi ini menunjukkan fleksibilitas masyarakat dalam mencari nafkah, dengan memanfaatkan keterampilan sekaligus tetap bergantung pada sektor pertanian.
Selain profesi di atas, terdapat pula warga yang berwiraswasta (2 jiwa), anggota TNI/POLRI (2 jiwa), serta tenaga medis dan guru yang berperan penting dalam pelayanan masyarakat. Meskipun jumlahnya relatif kecil, keberadaan profesi ini menambah keragaman ekonomi gampong. Secara keseluruhan, keadaan ekonomi Gampong Mesjid Trienggadeng masih didominasi oleh sektor pertanian tradisional, namun perlahan mulai berkembang dengan adanya profesi di bidang jasa, pemerintahan, dan usaha kecil.